Hot!

Artikel Lainnya

Showing posts with label Akidah. Show all posts
Showing posts with label Akidah. Show all posts

Amalan yang Membuka Pintu dan Melancarkan Rezeki

kelembutanhati.com




Amalan yang Membuka Pintu dan Melancarkan Rezeki


Bekerja saja tidak cukup untuk mendapatkan rezeki. Rezeki harus dijemput dengan sejumlah amal kebaikan agar lancar.

ALLAH SWT menjanjikan semua makhluk-Nya akan mendapatkan rezeki. Bahkan, rezeki itu sudah ditentukan oleh-Nya ketika seorang manusia masih dalam kandungan ibunya.

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). (QS Hud [11]: 6).

"Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS al-Ankabut [29] : 60)

Namun demikian, bukan berarti kita boleh tinggal diam menunggu rezeki 'jatah' kita. Rezeki itu harus dijempit, diburu, atau dicari dengan bekerja, doa, ikhtiar, dan tawakal, plus sejumlah amal saleh untuk memperlancar datangnya rezeki tersebut.

"Tidaklah manusia mendapat apa-apa kecuali apa yang telah dikerjakannya"(QS al-Najm [53]: 39). 


Amalan Pembuka Rezeki

Berikut ini beberapa amalan pembuka rezeki, yakni adalah menolong kaum dhuafa, membantu memenuhi kebutuhan orang lain, gemar bersedekah, dan tawakal, selain bekerja. Jadi, bekerja saja tidak cukup. Rezeki harus dijemput dengan sejumlah amal kebaikan agar lancar.


1. Menolong Sesama

"Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu." (HR. Bukhari).

"Siapa yang menunaikan kebutuhan saudaranya, maka Allah akan menunaikan hajatnya (kebutuhannya)" (HR. Muslim).


2. Gemar Sedekah

"Kunci rezeki hamba itu ditentang "Arasy yang dikirim oleh Allah Azza Wajalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka barangsiapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain (sedekah), niscaya Allah membanyakkan baginya dan siapa yang menyedikitkan (kikir, tidak suka berderma), niscaya Allah menyedikitkan baginya" (HR. Ad-Daruquthni dari Anas r.a.)


3. Tawakal

"Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah mencukupkan (keperluannya)." (QS. At-Thalaq: 3)

"Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki. Ia pagi hari dalam keadaan lapar dan petang hari dalam keadaan kenyang." (HR. Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.).

Demikian amalan pembuka rezeki. Semoga Allah SWT memberi kita kekuatan untuk mengamalkannya. Amin...! Wallahu a'lam bish-shawabi.*


















Sumber Gambar Asli : magdeleine.co

Humor dalam Ceramah: Jangan Sampaikan Cerita Bohong!

kelembutanhati.com




Kita sering mendengar ceramah ustadz humoris. Ia menyampaikan joke, cerita lucu, atau humor dalam ceramahnya. Namun, tidak jarang cerita lucu atau humor penceramah itu cerita rekaan. Padahal, Islam melarang umatnya agar jangan menyampaikan cerita bohong.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْت فِي رَبَضِ الْجَنّّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كََانَ مُحقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَط الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِ بَ وَإِنْ كَانَ مَازِ حًا وَبِبَيتِ فِي أَغلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

Aku menjamin dengan sebuah istana di bagian tepi surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun ia berada di pihak yang benar, sebuah istana di bagian tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meski ia sedang bercanda, dan istana di bagian atas surga bagi seorang yang memperbaiki akhlaknya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan ancaman terhadap orang yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa dengan sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

وَيْلٌ للَّذِي يُحَدِّ ثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْخِكَ بِهِ الْقَوْمَ ويْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

Celakalah seseorang yang berbicara dusta untuk membuat orang tertawa, celakalah ia, celakalah ia. (HR. Abu Dawud dan Ahmad).



Coba saja simak cerita-cerita yang disampaikan sang ustadz. Banyak yang karangan, rekaan, alias bohong. Kita yakin, sebagai ustadz, ia tahu hadits shahih di atas. Namun, demi menghibur jamaah, ia langgar larangan Nabi Saw tersebut.

Humor dalam ceramah tidak mesti dengan sampaikan cerita bohong. Ada teknik humor dalam public speaking, misalnya "teori belokan mendadak" atau "plesetan". Tidak mesti  dengan berbohong.

Inti larangan Nabi Saw adalah jangan berdusta, sekalipun dimaksudkan untuk melucu atau menambah bumbu humor dalam ceramah. Lagi pula, seringnya jamaah justru hanya mengingat humor itu ketimbang substansi atau materi tausiyah sang penceramah.

Dakwah memang harus mengasyikkan, tidak terlalu serius. Namun, tidak mesti pula berbohong agar lucu dan menjadi "favorit" jamaah. Kebanyakan da'i, penceramah, atau ustadz menjadi favorit karena lucunya, bukan karena kualitas materi ceramah atau kualitas sang da'i. Wallahu a'lam.

Bagaimana pendapat Anda?

ISTIDRAJ



Apa itu Istidraj ?
Istidraj itu adalah ketika Allah tetap memberikan kita :
1. Harta yang berlimpah; padahal tidak pernah bersedekah.
2. Rizki berlipat-lipat; padahal jarang shalat dan terus berbuat maksiat.
3. Dikagumi, dihormat, padahal akhlak bejat.
4. Diikuti, diteladani dan diidolakan; padahal mengumbar aurat dalam berpakaian.
5. Sangat jarang diuji sakit; padahal dosa-dosa menggunung dan membukit.
6.Tidak pernah diberikan musibah; padahal hidup sombong angkuh dan bedebah.
7. Anak-anak sehat-sehat, cerdas-cerdas; padahal diberikan makan dari harta hasil culas.
8. Hidup bahagia penuh canda tawa; padahal banyak orang karenanya ternoda dan terluka.
9. Karirnya terus menanjak; padahal banyak orang yang diinjak-injak.
10. Semakin tua semakin makmur; padahal berkubang dosa sepanjang umur.
_Hati-hati karena itulah yang dinamakan ISTIDRAJ.!!._
Renungkan ayat Al-Qur'an berikut ini :
“Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenanGan untuk mereka;
sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa..”
(Qs. Al-An’am: 44)
Maka jangan silau dg kesuksesan dan kemegahan yg ditampilkan seseorang, bisa jadi dia sedang mengalami istidraj.
Dan pada saatnya nanti Allah tiba-tiba akan mencabut semua kenikmatan itu, tanpa dia sadari.
Sebagai orang beriman yg dikasihi Allah, maka DIA akan selalu menjaga kita dari segala kemaksiatan, tdk dibiarkan dlm kesesatan.
Jd kalau kita sdh beramal sholeh, namun kita masih diberi ujian/ cobaan, maka itulah tanda kasih sayang Allah pada hamba-hambaNYA, berupa keringanan dosa-dosa dan menuju Ampunan NYA.
*_SEMOGA KITA SELAMAT DARI ISTIDRAJ.._*

Ciri Muslim

islam




Ciri Seorang Muslim


Santun, lembut, toleran, dan memaafkan merupakan sifat Muslim sejati dan sifat Mukmin yang benar. Ia adalah nilai dan akhlak yang hanya diraih oleh para pembesar. "Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia. Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugrahkan, kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak akan dianugrahkan, kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar." (QS.Fushshilat:34-35)

Yang menakjubkan, saat membahas tentang pemberian maaf ketika berbicara tentang keluarga, Al-Qur'an berkata, "Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara istri dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan, sabar, serta mengampuni (mereka), Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS.At-Taghaabun:14)

Al-Qur'an mempergunakan semua kata toleran, memaafkan, dan sabar untuk mengintensifkan gambaran dan untuk menegaskan wajibnya menerapkan akhlak mulia tersebut di dalam rumah Muslim, meskipun ada kesalahan pada pihak anak dan istri. Bahkan, meskipun ada di antara keluarga tersebut yang membawa kesombongan, permusuhan, dan tindakan buruk. Lalu bagaimana jika mereka tidak bisa diharapkan dimana mereka tidak bisa memberikan bahaya dan manfaat.? Dimana posisi mereka dari sabda Nabi saw. yang berbunyi, 

"Yang paling dekat denganku di hari Kiamat adalah yang paling bagus akhlaknya."
"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya." 
"Tidak ada yang lebih berat dalam timbangan hamba di hari kiamat daripada akhlak yang baik."

Betapa banyak hadits yang secara umum menyuruh berbuat baik, khususnya dalam lingkup keluarga.

Toleran dan saling memaafkan merupakan bagian dari bergaul secara baik. Ia memberikan pengaruh paling besar bagi kebahagiaan keluarga sekaligus pahala yang paling banyak dari Tuhan seluruh manusia. Nabi saw. bersabda, "Allah Mahalembut, menyenangi kelembutan. Dia memberikan pada sikap lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap keras serta tidak Dia berikan pada yang lainnya."








Referensi : Laa Taghdhab JANGAN MARAH | Dr. Aidh al-Qarni
Sumber Gambar Asli : magdeleine.co